Pengunjung Ke :

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Kalender

Follow us

    

Loading

PENANTIAN ADALAH UJIAN


.:: Penantian adalah Ujian ::.



“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).”
(QS. AnNuur: 26) 

KUNJUNGI INI DULU




Bayangkan, saudariku...
Bahwa apa yang tengah kau perbuat saat ini, bisa jadi tengah dilakukan juga oleh calon suamimu kelak di belahan bumi yang lain.

Jika saat ini engkau tengah menutup rapat setiap celah hati dari lelaki yang selain mahram-mu..
Maka bisa jadi pada saat yang bersamaan di belahan bumi yang lain, calon suamimu (kelak, entah siapa) juga tengah bersabar, tidak meladeni wanita-wanita selain mahram-nya, bahkan ada yang mudah patah hati karenanya.

Kejam? Sebenarnya tidak, saudariku.:)

Justru kejam adalah ketika membiarkan lelaki atau wanita yang tidak maupun belum halal menjajaki hati kalian tanpa ikatan yang halal hingga dia rela mengukir hitam sebagai catatan dosanya demi kalian. #JLEB_01

Kejam adalah ketika menawan hati lelaki atau wanita yang di masa mendatang akan menjadi suami atau istri orang lain #JLEB_02

Kejam adalah ketika memberikan harapan pada lelaki atau wanita yang tidak maupun belum halal hingga dia mengingat wajah kalian setiap saat, bahkan berdoa agar lelaki atau wanita dalam benaknya itu menjadi jodohnya, padahal kalian tak halal baginya, bahkan takkan pernah menjadi yang halal #JLEB_03

Menyebabkan lelaki atau wanita yang tidak maupun belum halal bersedih karena cinta semunya tak bersambut itu bukan kejam namanya, saudariku...
Justru membiarkan mereka bersedih itu lebih sulit dilakukan ketimbang membiarkan siapapun tersenyum karena perasaannya bersambut, sebab pada dasarnya kita pun senang dicintai, bukan? :D

Namun itu harus ditahan semata-mata demi menjaga keutuhan cinta kita pada Sang Mahakuasa.
Hingga kelak kita dipertemukan dengan dia yang namanya tertera di lauh mahfuzh sebagai penyempurna separuh agama...
Dia akan menjadi yang pertama bagi dirimu, sebagaimana dirimu baginya :)
Insya Allah...

Maka bersabarlah...
Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri.
Hiduplah sesuai dengan ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya.
Jadilah wanita shalihah!
Menjadi pribadi yang dirindu Jannah.
Menjadi sebaik-baik perhiasan terindah...

Wallaahu’alam bishshawwaab ^_^

MUARA NIKMAT ITU ADALAH TAHAJJUD DI MALAM HARI



“Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Rabb mereka.” (QS. Al-Furqan: 64)

KUNJUNGI INI DULU




“Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah” (QS. Adz-Dzariyat: 17-18)

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka selalu berdoa kepada Rabb mereka dengan rasa takut dan harap, serta menafkahkan sebagian dari rizki yang telah Kami berikan kepada mereka. Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka (yakni bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan” (QS. As-Sajdah: 16-17)

Besarnya Keutamaan Shalat Malam
1. Shalat malam adalah penyebab terbesar masuk surga
Diriwayatkan dari Abdullah bin Salam radhiayallahu’anhu bahwa ia menceritakan, “Ketika Nabi sallallahu’alaihi wa sallam tiba di Madinah, kaum Muslimin berkumpul mengerumuni beliau. Sebagian di antara mereka berkata, ‘Rasulullah sudah datang, Rasulullah sudah datang,’ sebanyak tiga kali. Aku pun ikut datang di tengah kerumunan orang banyak untuk dapat melihat beliau. Ketika wajah beliau terlihat jelas olehku, akupun segera menyadari bahwa wajah beliau bukanlah wajah seorang pendusta. Dan yang pertama kali terdengar olehku dari ucapan beliau adalah, ‘Wahai sekalian manusia ! Sebarkanlah salam, berikanlah makan (kepada fakir miskin), peliharalah hubungan silaturahim, shalatlah diwaktu malam ketika manusia sedang tertidur lelap. Niscaya kalian akan masuk surga
dengan selamat.” (Diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi) (1)

2. Shalat malam dapat menghapus dosa-dosa dan menghilangkan kesalahan
Dalilnya adalah hadits Abu Umamah radhiayallahu’anhu dari Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam diriwayatkan bahwa beliau bersabda, “Hendaklah kalian melaksanakan shalat sunnah malam, karena itu adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian, dan itu adalah pendekatan diri kepada Rabb kalian, penghapus kesalahan-kesalahan, dan pencegah dari dosa-dosa.” (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi)(2)

3. Shalat malam adalah shalat yang paling utama setelah shalat wajib
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan milik Allah, Muharram, dan sabaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat sunnah malam.” (Diriwayatkan oleh Muslim, no.1163, telah ditakhrij sebelum ini).

4. Kehormatan seorang mukmin terletak pada shalat malamnya
Hadits dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, bahwa, “Malaikat Jibril ‘alaihissallam pernah datang kepada Nabi shalallahu’alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Wahai Muhammad! Silahkan engkau hidup sesukamu karena engkau akan mati juga. Cintailah siapapun yang engkau kehendaki, karena engkau pasti akan berpisah dengannya. Berbuatlah sesuka hatimu, karena engkau akan diberi ganjaran.’ Kemudian Jibril melanjutkan, ‘Wahai Muhammad! Sesungguhnya kehormatan seorang mukmin itu pada shalat malam, dan harga dirinya adalah ketika ia tidak memmbutuhkan (meminta-minta kepada orang lain).” (3)

Shalat malam boleh dilakukan di awal, pertengahan, atau di akhir malam. Namun labih afdhal adalah shalat di sepertiga malam terakhir. Dasarnya adalah hadits Amr bin Hasabah radhiyallahu ‘anhu, bahwa ia pernah mendengar Nabi shalallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Kondisi terdekat seseorang dengan Rabbnya adalah pada pertengahan malam terakhir. Bila engkau mampu termasuk di antara orang-orang yang berdzikir (mengingat dan menyebut) Allah pada saat itu, maka lakukanlah.” (Diriwayatkan oleh Muslim, no.736, telah ditakhrij sebelum ini).

Sedangkan jumlah rakaat shalat malam, tidak terbatasi jumlahnya. Akan tetapi yang paling utama adalah dengan mencukupkan sebelas rakaat saja, atau tiga belas rakaat. Karena demikianlah yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam. Diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam biasa melakukan shalat antara usai shalat isya hingga fajar sebanyak sebelas rakaat, di mana beliau salam di antara setiap selesai shalat dua rakaat, dan beliau shalat witir dengan satu rakaat.” (Diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi)(4)

Berdasarkan dalil al-Qur’an dan hadits yang telah dijelaskan sebelumnya, betapa rugi umat Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam yang melewati waktu mustajab, di waktu malam, sepertiga malam. Terlebih bila dilengkapi dengan lantunan indah kalamullah. Qalbu siapa yang tak mampu merasakan ke Maha Besaran Allah subhana wa ta’ala pada heningnya malam, dikala manusia lain tertidur lelap akan mimpi dunianya.

Clock

Popular Post